Mengenal Junaida Santi, The Next Megawati

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Pontianak – Saya kalau lihat Junaida Santi, ingat outside hitter Pink Spider, Jeong Yunju. Mirip walau tak sama. Pemain voli Jakarta Elektrik PLN ini sedang ramai dibicarakan publik. Bahkan, ada yang berani bilang, dia “The Next Megawati Hangestri Pertiwi” Wow…mari kita berkenalan dengan gadis belia ini.

Lahir di Sumatera Utara pada 9 Mei 2007. Ia bukanlah gadis biasa. Ia bukan sekadar pemain voli, tapi fenomena, tsunami, bahkan badai topan kategori 17 yang turun ke lapangan dengan tujuan tunggal, menghancurkan blok lawan dan menyulut semangat satu Indonesia. Usianya baru 17 tahun. Tapi, pencapaiannya sudah seperti perempuan 27 tahun yang hidupnya dihabiskan dalam gym dan mimpi-mimpi tertunda.

Tingginya cuma 177 cm. Santi awalnya dikenal sebagai opposite. Tapi seperti semua pahlawan dalam mitologi, dia berevolusi. Kini, ia jadi outside hitter andalan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025. Bukan cuma andalan, ia adalah panutan, mesin poin, dan kadang-kadang juga mood booster tim.

Perjalanan Santi dimulai dari Bina Remaja Deli Serdang. Ia kemudian hijrah ke Jakarta Elektrik PLN, dan akhirnya menemukan rumah sejatinya di Jakarta Pertamina Enduro, tempat dia menyetrum lawan tanpa ampun dan tanpa kesan berdosa.

Tahun 2025 adalah tahun ketika kalender voli nasional seketika berubah jadi kalender Santi. Ia mencetak 282 poin sepanjang Proliga. Angka yang tidak hanya membuat net bergoyang, tapi juga membuat statistikus resmi Proliga sempat menangis haru. Dari jumlah itu, 242 berasal dari serangan mematikan, 29 dari blok sekeras prinsip mantan yang tak mau balikan, dan 11 dari servis ace yang membuat penonton bergumam, “Itu bola atau peluru kendali?”

Baca Juga  MD Kahmi dan MD Forhati Kubu Raya Salurkan Bantuan Sembako untuk Anak Yatim dan Dhuafa

Puncaknya adalah saat Final Four Proliga 2025. Dalam laga penuh tekanan, ketika lampu sorot menyinari lapangan seperti panggung teater tragedi Yunani, Santi mencetak 28 poin. Ya, 28 poin dalam satu pertandingan. Lawannya saat itu bukan sembarangan, Iana Shcherban, pemain Rusia yang kalau melompat bisa menyentuh awan, dan Jordan Thompson, legenda voli dari AS yang punya lebih banyak fans dari band indie. Tapi siapa yang bersinar? Junaida Santi, anak Sumatera Utara yang berani main bola seperti sedang menagih utang.

Tak ayal, banyak yang menyebutnya “The Next Megawati Hangestri Pertiwi.” Tapi jangan salah. Dia bukan fotokopi. Dia versi mutakhir. Dia Megawati 2.0, tapi dengan upgrade firmware semangat lokal dan anti-malas bawaan pabrik. Bahkan pelatihnya, Bulent Karslioglu, pria Turki dengan standar tinggi yang biasanya hanya tersenyum pada kemenangan, menyatakan bahwa Santi punya potensi besar untuk main di luar negeri. Itu bukan pujian. Itu ramalan.

Baca Juga  Kapolres Ketapang Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Revisi Buka Blokir Anggaran DIPA Tahap II

Namun di balik segala euforia, Santi tetap membumi. Ketika semua orang sudah sibuk mencetak kaus dengan wajahnya, ia justru berkata bahwa ia masih perlu meningkatkan kemampuan penerimaannya. Gila. Ini seperti Ferrari minta diajarin parkir mundur. Seperti burung elang pengen kursus cara jalan kaki. Kerendahan hatinya membuat malaikat pun terdiam sambil buka catatan amal.

Mimpi Santi? Bermain di liga luar negeri. Jujur saja, mimpi itu bukan lagi khayalan. Itu cuma soal waktu. Kalau hari ini dia smash bola di GOR Ken Arok, bisa jadi besok dia smash bola di Liga Jepang, Korea, dan lusa di Olimpiade, sambil nyemil risoles dari ibu kantin sekolahnya yang legendaris.

Indonesia, banggalah. Dunia, bersiaplah. Junaida Santi bukan sekadar nama dalam daftar pemain. Dia adalah petir yang menjelma manusia, membawa harapan, semangat, dan mungkin juga sedikit trauma untuk lawan-lawannya.

Kalau kamu hari ini merasa lelah, ingatlah, ada gadis 17 tahun dari Deli Serdang yang setiap pagi latihan smash. Berharap sih ia tidak melancarkan smash pada gelas kopi tanpa gula.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Rosadi Jamani – Ketua Satupena Kalbar
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial