Indonesia Gelap atau Terang? Pilihan Ada di Tangan Kita
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, muncul pertanyaan besar: Apakah Indonesia menuju kegelapan atau justru sedang bergerak menuju masa depan yang lebih terang? Jawabannya tidak hanya bergantung pada pemimpin, tetapi juga pada kita sebagai masyarakat—sejauh mana kita bisa bersatu, melihat peluang, dan mengambil peran dalam perubahan.

“Indonesia Gelap? Bersatu Bersama Prabowo Gibran, Optimis Menuju Indonesia Terang!” pernyataan ini disampaikan oleh Muhammad Dhanas Amarizar selaku Bidang Kominfo Humas DPP KBAK Kalimantan Barat, merupakan ajakan kesadaran optimisme bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cerah atau gelap adalah pilihan ditangan kita bersama. Persatuan, kerja keras, dan keyakinan adalah kunci untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Walaupun begitu, optimisme saja juga belum cukup—kita membutuhkan langkah pilihan nyata dan berani untuk membuktikan bahwa Indonesia benar-benar menuju arah yang lebih baik.
Indonesia Terang: Bukan Sekadar Harapan, tetapi Kenyataan yang Sedang Kita Bangun
Indonesia tidak sedang menuju kegelapan. Kita sedang bergerak menuju masa depan yang lebih terang. Dengan kepemimpinan yang kuat, dan peduli rakyat, didukung partisipasi aktif dan nyata oleh masyarakat, dan komitmen bersama untuk perubahan, Indonesia mampu menjadi bangsa yang besar dan dihormati di dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat kemajuan nyata di berbagai sektor:
✅ Ekonomi digital berkembang pesat, dengan potensi mencapai lebih dari USD 100 miliar pada 2025 (Google, Temasek & Bain, 2023).
✅ Hilirisasi industri mulai berdampak positif, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing global (Kementerian Investasi/BKPM, 2024).
✅ Pemberantasan korupsi semakin diperkuat, dengan reformasi birokrasi yang lebih transparan (Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK, 2024).
Jika kita terus melangkah maju mengobati Indonesia bersama dari apa yang bisa dilakukan dan melawan tindakan yang merugikan negara, bukan hanya akan keluar dari ‘kegelapan’, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan dalam perbaikan sistem di kenegaraan dan berkemajuan dalam sektor kekuatan ekonomi terbesar di dunia (Bank Dunia, 2024) untuk mewujudkan masyarakat adil berkemakmuran.
Memanfaatkan Peluang, Bukan Terjebak dalam Ketakutan
Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, bonus demografi, dan inovasi digital yang berkembang pesat (BPS, 2024). Tantangan utama bukan hanya bagaimana pemerintah menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan didalam tubuh negara namun juga SDM masyarakat, tetapi juga bagaimana kita sebagai masyarakat bisa memanfaatkan peluang ini untuk membangun bangsa dengan segala fasilitas dan ruang kemudahan yang sudah diberikan.
Kita harus mengubah pola pikir dari pesimis menjadi proaktif:
✅ Melihat peluang di era digitalisasi dan ekonomi kreatif untuk membuka lapangan pekerjaan baru (McKinsey, 2023).
✅ Mengembangkan UMKM dan industri lokal agar lebih kompetitif di pasar global (Kementerian Koperasi dan UKM, 2024).
✅ Memaksimalkan program swasembada pangan baik diperkenankan maupun di pertanian.
✅ Membangun kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi (OECD, 2024).
Indonesia sedang bertumbuh cepat dan bergerak ke arah yang benar. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton—kita harus menjadi bagian dari perubahan itu!
Melawan Korupsi: Perubahan Dimulai dari Keberanian Menolak atas Diri Sendiri
Salah satu hambatan terbesar dalam pembangunan nasional adalah korupsi. Tidak hanya di tingkat elite, tetapi juga di kehidupan sehari-hari—suap, pungli, dan penyalahgunaan jabatan masih menjadi tantangan besar (Transparency International, 2024).
Jika kita ingin Indonesia benar-benar menjadi terang, kita harus memulai perubahan dari diri sendiri:
✅ Berani menolak praktik korupsi dalam bentuk apa pun.
✅ Tidak ikut serta dalam budaya suap dan nepotisme.
✅ Membangun budaya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan sekitar.
✅ Berani untuk melaporkan apabila ditemukannya tindakan tersebut yang apabila tidak berani untuk menyampaikan secara langsung, presiden RI Prabowo juga memfasilitasi melalui sosial media.
Ketika rakyat berani dan bersatu untuk menolak korupsi secara nyata, sistem yang korup akan kehilangan kekuatannya. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara kolektif.
Membangun Kepercayaan dan Keyakinan untuk Indonesia Baru
Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, kita perlu membangun keberanian, kepercayaan dan keyakinan atas kebenaran yang tumbuh dari hati nurani rakyat.
Kepercayaan adalah kebenaran yang diakui, bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju dengan sistem yang lebih baik (World Economic Forum, 2024).
Keyakinan adalah kepercayaan yang diwujudkan dalam perbuatan, dengan bekerja keras, berintegritas, dan terus berkontribusi untuk bangsa.
Tanpa kepercayaan, kita akan kehilangan arah. Tanpa keyakinan, kita tidak akan pernah bergerak. Indonesia Baru Menuju Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika kita tidak hanya percaya, tetapi juga bertindak!
Kesimpulan: Indonesia Bangkit, Indonesia Terang!
Indonesia tidak akan otomatis menjadi “terang” hanya karena satu sosok pemimpin atau sekadar optimisme masyarakat. Kita semua memiliki peran dalam menentukan arah bangsa ini.
🔹 Dengan kerja keras, kejujuran, dan semangat persatuan, Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan mandiri.
🔹 Dengan keberanian menolak korupsi dan memilih integritas, Indonesia bisa menjadi negara yang adil dan makmur.
🔹 Dengan memanfaatkan peluang di era digital dan hilirisasi industri, Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi dunia.
Indonesia bukan sekadar negara berkembang—kita adalah bangsa besar dengan potensi luar biasa dan memiliki masyarakat yang cinta tanah air dan berani menegakkan kebenaran. Masa depan kehidupan dan generasi ada di tangan kita. Mari bersama buktikan bahwa Indonesia bisa, Indonesia bangkit, dan Indonesia akan menjadi cahaya mercusuar bagi dunia!
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Ekonomi dan Sosial Indonesia 2024. Jakarta: BPS.
Bank Dunia. (2024). Indonesia Economic Prospects: Strengthening Recovery and Growth. Washington, DC: World Bank Group.
Google, Temasek, & Bain. (2023). e-Conomy SEA 2023: The Path to Profitability.
Kementerian Investasi/BKPM. (2024). Laporan Investasi dan Hilirisasi Industri 2024.
Kementerian Koperasi dan UKM. (2024). Peran UMKM dalam Ekonomi Nasional.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (2024). Laporan Kinerja dan Reformasi Birokrasi KPK 2024.
McKinsey & Company. (2023). The Future of Digital Economy in Indonesia.
OECD. (2024). Indonesia Economic Survey 2024.
Transparency International. (2024). Corruption Perceptions Index 2024.
World Economic Forum. (2024). Global Competitiveness Report 2024.

Profil Singkat Penulis:
Muhammad Dhanas Amarizar adalah seorang pemuda , aktivis, dan pengamat sosial di bidang komunikasi dan informasi publik. Saat ini Muhammad Dhanas Amarizar sedang menjabat sebagai Bidang Kominfo Humas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalimantan Barat dan sebagai Redaktur Politik di Media Berita Suara Anak Kolong. Ia memiliki pengalaman dalam dunia organisasi mahasiswa HmI, jurnalisme, media digital, serta pengamat analisis sosial-politik.
Dhanas aktif dalam menyuarakan isu-isu strategis terkait pembangunan nasional, transparansi birokrasi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis data dan fakta, ia berkomitmen untuk membangun optimisme dan kesadaran kolektif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sebagai komunikator yang efektif, ia terus mendorong masyarakat untuk bersatu dan berperan aktif dalam perubahan berkemajuan dengan berpikir kritis, bertindak jujur, dan benar serta menolak segala bentuk praktik yang merugikan negara.









