SUARAANAKKOLONG.CO.ID – Pontianak, 27 Februari 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dengan menggelar kegiatan bertajuk “Menguatkan Peran Pemuda dalam Gerakan Mitigasi Sampah di Kota Pontianak.”
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kader HMI dalam menjaga lingkungan serta mewujudkan Pontianak yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim melalui sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diakomodir oleh Gunawan selaku Wakil Sekretaris Umum HmI Cabang Pontianak Bidang HAM dan LH, dan dibuka oleh Salwa Khairunnisa selaku Ketua Umum HmI Cabang Pontianak. Untuk pemateri adalah Taufik Sirajuddin S.Pwk merupakan founder “Cari Sampah” dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang merupakan anggota HmI Cabang Pontianak dan masyarakat umum.
Meningkatkan Kapasitas Kader dan Sinergi Pengelolaan Sampah
Pelaksana kegiatan, Gunawan, menyampaikan bahwa acara ini menjadi wadah pembelajaran strategis bagi kader HMI untuk memahami dinamika pengelolaan sampah di Kota Pontianak.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tata kelola sampah, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang dan tantangan dalam menghadapi permasalahan sampah.
“Ini merupakan ajang yang baik bagi kader HMI untuk belajar secara langsung, mengidentifikasi peluang, dan merancang solusi atas permasalahan pengelolaan sampah yang selama ini kita hadapi,” ujar Gunawan.
Permasalahan Sampah di Kota Pontianak
Kota Pontianak menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), jumlah sampah yang dihasilkan kota ini mencapai 411,96 ton per hari, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya.
Tantangan lainnya meliputi:
- Terbatasnya fasilitas pemilahan dan pengelolaan sampah.
- Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip hidup bersih dan sehat.
- Kurangnya perhatian pemerintah dalam optimalisasi sistem pengelolaan sampah.
Kondisi ini berdampak serius pada pencemaran lingkungan dan menghambat pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan seperti HMI untuk mencari solusi yang efektif.
Inspirasi dari “Sanjara Sampah” dan Forum Diskusi
Acara ini turut menghadirkan Taufik Sirajuddin S, PWK, yang dikenal sebagai “Sanjara Sampah” dan merupakan pendiri komunitas Cari Sampah Pontianak. Kehadirannya memberikan wawasan mendalam tentang tantangan serta solusi praktis dalam pengelolaan sampah di kota ini.
Salah satu sesi diskusi yang menarik adalah presentasi dari Azmi Mardian, kader HMI yang memaparkan tiga tantangan utama dalam pengelolaan sampah di Pontianak:
1. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas sosial yang menyebabkan lonjakan volume sampah.
2. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mendaur ulang sampah.
3. Minimnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sampah yang optimal.
Diskusi ini mendorong peserta untuk menyampaikan ide dan solusi kreatif dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan masing-masing.

Solusi Konkret dan Rekomendasi HMI Cabang Pontianak
Belajar dari praktik yang dilakukan oleh komunitas Cari Sampah Pontianak, HMI Cabang Pontianak mengusulkan beberapa langkah konkret:
Penerapan Sistem Pengelolaan Terintegrasi: Mendorong sistem pengelolaan yang mencakup pemilahan, pengumpulan, dan pendaurulangan sampah.
Edukasi dan Kampanye Kesadaran: Mengadakan pelatihan dan sosialisasi untuk menanamkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan, terutama di kalangan pemuda.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Organisasi Kepemudaan (OKP): Membangun kemitraan strategis guna meningkatkan kebijakan dan infrastruktur pengelolaan sampah.
Pembentukan Unit Pengelolaan Sampah di Kampus: Menjadikan kampus sebagai contoh pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program daur ulang dan pengurangan sampah.

HMI Cabang Pontianak juga mengajak seluruh pemuda dan elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah serta menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.
“Melalui pendekatan yang terintegrasi dan partisipatif, kita dapat membantu Pontianak menjadi kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim,” pungkas Gunawan.
Kesimpulan: Momentum Transformasi Pengelolaan Sampah
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional oleh HMI Cabang Pontianak diharapkan dapat menjadi momentum transformasi dalam pengelolaan sampah di Kota Pontianak.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran pemuda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mendorong sinergi antara berbagai pihak dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Sumber: Kominfo HmI Cabang Pontianak
Editor: Amarizar.MD








