SUARAANAKKOLONG.CO.ID Singkawang, 18 Januari 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) komitmen menekan angka kemiskinan dengan cara menyederhanakan proses perizinan usaha. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harisson menegaskan pentingnya mempercepat proses perizinan untuk mendukung program 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang salah satunya adalah pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Saya melihat langsung bagaimana proses perizinan di Kota Singkawang. Dengan penyederhanaan dan percepatan, saya yakin target program 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dapat tercapai,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Singkawang, Provinsi Kalbar pada Kamis (16/1/2025).
Sementara itu, Ketua Tim BSKDN Kemendagri Wilayah Kalbar, Zahrul Islami, mengapresiasi upaya Pemkot Singkawang dalam menyederhanakan proses perizinan. Ia menyoroti progres yang baik dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan integrasi dengan sistem OSS (Online Single Submission).
“Singkawang telah menunjukkan langkah nyata dengan RDTR dan OSS. Ini sangat penting untuk mempercepat proses perizinan dan menarik lebih banyak investor,” ujar Zahrul.
Ia juga menambahkan bahwa BSKDN akan terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah untuk mempercepat reformasi birokrasi, khususnya di bidang perizinan.
Dengan kemudahan proses perizinan, Pemprov Kalbar berharap semakin banyak pelaku usaha yang berinvestasi di wilayah ini. Hal ini diyakini dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Sumber : InfoPublik
Publisher: Amarizar.MD








