Home / Bisnis / Ekonomi / Finansial / Industri / Opini

Jumat, 20 Desember 2024 - 17:17 WIB

Fenomena Penutupan Gerai Retail Raksasa: Pelajaran Berharga untuk UMKM, Menurut M. Holil

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Kamis, 19 Desember 2024, Pontianak, Muhammad Holil, S.E.I, M.E, (Dosen – FEBI IAIN Pontianak)

Belum lama ini, publik dikejutkan dengan kabar penutupan 400 gerai retail besar seperti Alfamart di beberapa daerah. Salah satu alasan utama yang dikemukakan adalah tingginya biaya operasional, khususnya sewa tempat. Fenomena ini menyoroti tantangan yang dihadapi sektor retail modern, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi pelaku UMKM untuk lebih cermat dalam menyusun strategi bisnis.

Analisa Fenomena

1. Biaya Operasional yang Tinggi
Retail besar mengandalkan lokasi strategis untuk menarik pelanggan, namun hal ini datang dengan konsekuensi berupa biaya sewa yang terus meningkat. Dalam beberapa kasus, kenaikan biaya sewa tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan, sehingga profitabilitas tergerus.

2. Perubahan Perilaku Konsumen
Konsumen kini cenderung lebih memilih belanja online yang menawarkan kenyamanan, harga kompetitif, dan promo menarik. Perubahan ini membuat retail berbasis offline harus beradaptasi dengan cepat atau kehilangan pelanggan.

3. Persaingan Ketat
Banyaknya pelaku usaha yang masuk ke sektor retail membuat persaingan semakin sengit. Retail kecil maupun besar harus bersaing tidak hanya dari segi harga, tetapi juga pengalaman pelanggan.

Pelajaran Penting untuk UMKM

Sebagai pelaku UMKM, Anda bisa mengambil beberapa pelajaran berharga dari fenomena ini:

Baca Juga  Pemerintah Diminta Cermat Kelola Dampak Lingkungan dalam Pembangunan Smelter di Pulau Penebang

1. Efisiensi Operasional
Pertimbangkan untuk memulai usaha dengan konsep yang lebih fleksibel, seperti memanfaatkan rumah sendiri sebagai lokasi usaha atau menggunakan model kemitraan untuk mengurangi biaya operasional.

2. Adaptasi Digital
Mulailah menjajaki platform online untuk menjual produk Anda. Tidak perlu langsung besar, tetapi lakukan secara bertahap. Kehadiran online akan membantu memperluas jangkauan pasar dan mengurangi ketergantungan pada lokasi fisik.

3. Penguatan Branding
Retail besar sering mengandalkan branding untuk menarik pelanggan, dan ini juga bisa dilakukan UMKM. Fokuslah pada keunikan produk Anda, bangun cerita yang relevan dengan pelanggan, dan jaga kualitas agar pelanggan loyal.

Tips Praktis untuk UMKM

1. Manfaatkan Media Sosial
Gunakan platform seperti Instagram, Facebook, atau TikTok untuk mempromosikan produk Anda secara gratis atau dengan biaya terjangkau. Pastikan konten yang Anda buat menarik dan relevan dengan target pasar.

2. Jajaki Model Bisnis Hybrid
Gabungkan antara toko offline dan online. Jika sewa lokasi terlalu mahal, pertimbangkan untuk membuka kios kecil di pasar lokal atau memanfaatkan pameran untuk promosi.

3. Gunakan Data untuk Mengambil Keputusan
Amati tren pasar, perilaku konsumen, dan kinerja penjualan Anda. Data ini akan membantu Anda menentukan produk mana yang paling laku, waktu terbaik untuk promosi, dan langkah strategis lainnya.

Baca Juga  Menteri PKP: Rumah Apung dan Panggung Solusi Hunian Layak bagi Warga Pesisir

4. Berkolaborasi dengan UMKM Lain
Bangun kerja sama dengan pelaku usaha lain untuk saling mendukung. Misalnya, Anda bisa berbagi tempat usaha atau mengadakan promo bersama.

Solusi untuk Tantangan UMKM

Jika biaya sewa dan operasional menjadi kendala, carilah alternatif seperti:

Memanfaatkan Marketplace: Dengan bergabung di marketplace besar, Anda tidak perlu memikirkan biaya sewa tempat.

Pop-Up Store atau Bazaar: Gunakan konsep pop-up store untuk menjual produk Anda di lokasi yang strategis dalam waktu terbatas.

Usaha Rumahan: Maksimalkan potensi usaha dari rumah, yang tidak memerlukan biaya sewa tambahan.

Penutup

Fenomena penutupan gerai retail besar adalah sinyal penting bahwa dunia usaha terus berubah. UMKM harus mampu beradaptasi dengan dinamika ini melalui inovasi, efisiensi, dan strategi branding yang kuat. Dengan belajar dari kesalahan dan keberhasilan retail besar, UMKM bisa bertahan dan bahkan berkembang di tengah tantangan.

Selamat mencoba, dan jangan lupa untuk terus belajar dan berinovasi!

Penulis : Muhamamd Holil (Dosen FEBI IAIN Pontianak)
Edit. Amarizar.MD

Share :

Baca Juga

Anak kolong

H. Yuliansyah Sampaikan Doa dan Harapan di Hari Ulang Tahun H. Ria Norsan
Oleh: Nabilah Syakib Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

Anak kolong

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja
Yuliansyah Hadiri Pelantikan JKSN Kalbar, Perkuat Sinergi Kyai dan Santri dalam Pembangunan Daerah

Artikel

Yuliansyah Hadiri Pelantikan JKSN Kalbar, Perkuat Sinergi Kyai dan Santri dalam Pembangunan Daerah

Anak kolong

Dian Eka Muchairi hadiri kegiatan Workshop Digital Marketing, Level up Your AI Skill “Branding & Storytelling Di Era Kecerdasan Buatan”

Anak kolong

Kenapa Gus Muwafiq sangat disegani dan dihormati di Kalangan Nahdlatul Ulama, ini ulasannya

Anak kolong

Gubernur Kalbar Ria Norsan Tanggapi Penolakan Kedatangan Gus Muwafiq di Pontianak

Anak kolong

Polemik Kedatangan Gus Muwafiq di Kalbar Memantik Gelombang Aksi Penolakan dari berbagai elemen Masyarakat Muslim Kalbar

Ekonomi

Kucuran Dana Rp.200 Triliun ke Kopdes Merah Putih, akan berdampak sistemik pada Keuangan Negara bila gagal bayar. Bisa jadi BLBI Jilid Dua