Home / Mahasiswa / Opini / Pontianak

Senin, 28 Oktober 2024 - 12:39 WIB

OPINI : DILEMA KETERLIBATAN MAHASISWA DALAM POLITIK (Antara Pengawalan Demokrasi dan Politisasi Dini di HMI)

Keterlibatan mahasiswa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menjadi topik menarik yang menimbulkan berbagai opini, baik itu positif atau negatif. Mahasiswa, disatu sisi dianggap sebagai pilar intelektual bangsa yang memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi dan disisi lain keterlibatan mahasiswa juga dianggap sebagai bentuk politisasi yang mengalihkan fokus dari tugas utama mereka yaitu menimba ilmu.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki sejarah Panjang dalam membentuk generasi intelektual yang kritis dan berintegritas namun sangat disayangkan fenomena yang terjadi belakangan ini cukup disembunyikan, yakni keterlibatan beberapa kader HMI dalam praktik politik sebelum waktunya. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan tentang etika dan tujuan sebenarnya dari pengkaderan di HMI. Bukankah hal ini tidak sejalan dengan nilai – nilai yang diajarkan oleh HMI?

Baca Juga  Polda Kalbar Laksanakan TFG(Tactical Floor Game) Dalam Rangka Pengamanan Pelaksanaan Debat Publik ke-3 Paslon Gubernur Dan Wakil Gubernur Kalbar Pilkada 2024

Bermain politik sebelum masanya dapat membuat kader HMI kehilangan independensi dan cenderung terjebak dalam pragmatisme politik jangka pendek bukannya tidak boleh tetapi ada waktunya dan sudah ada aturan yang membahas terkait hal ini. Padahal, nilai dasar yang diajarkan dalam HMI adalah membentuk pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat dan berpihak kepada kepentingan umat dan bangsa.

Baca Juga  DPR RI Serap Aspirasi Masyarakat: H. Yuliansyah, Bersama Mahasiswa UNU

Terjun kedalam politik praktis terlalu dini juga bisa merusak citra HMI sebagai organisasi intelektual, publik saja bisa melihat bahwa “Kader HMI lebih mementingkan karier politik pribadi daripada berkontribusi pada pengembangan umat dan bangsa melalui jalur intelektual dan dakwah. Jika hal ini terus terjadi HMI berpotensi kehilangan esensinya sebagai wadah pembinaan calon pemimpin yang berfikir Panjang, berwawasan luas, dan berintegritas tinggi. sehat sehat kader andalan!

Penulis : Rizky Sulaeman

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Notulen Rapat Menjadi Rujukan Mayoritas Warga Darma Putra

Anak kolong

H. Yuliansyah Sampaikan Doa dan Harapan di Hari Ulang Tahun H. Ria Norsan
Oleh: Nabilah Syakib Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

Anak kolong

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja